Selasa, 21 Juni 2016
" Lagi.... Lagi..... Dan lagi....... Saya pulang harus membawa beban. Ini lah salah satu alasan saya berusaha menjauh dari dunia kalian. Dari hari-hari kemarin, saya ingin sekali menghilang dari kehidupan rumit seperti ini. Dari hari-hari kemarin, saya sudah berusaha tak ingin diketahui saya dimana. Berharap tak satupun masalah bertanya; "Apakah kau akan datang?"
Saya berusaha menyembunyikan diri. Maksud saya hanya menenangkan diri saja. Tapi apalah, saya masih berada dibawah kekuasaan yang lain.
Saya hanya ingin menjaga jarak saja dengan kalian semua. Mungkin itu satu-satunya hal terbaik bagi saya saat ini. Saya tidak ingin amarah saya terlampiaskan dengan sia-sia. Mengkritik orang yang tak mengerti apa itu kritikan. Mendukung orang yang tak mengerti apa artinya dikecewakan. Apa harus saya saja yang mengetahui rasa-rasa semacam ini? Jika tidak, dimana kalian yang memahami apa yang saya alami? Apa kau samanya dengan saya? Hanya mampu menutup diri dan menganggap keadaan sangat baik-baik saja?
Kini saya sadar, saya sudah mengetahui apa yang sudah saya lakukan selama ini tidak sebanding lurus dengan apa yang saya inginkan.
Ingin menjauh dari kehidupan yang seperti ini? Ya
Ingin melupakan apa itu teman? Ya
Ingin mundur dan kalah dari masalah ini? Ya
Tapi apa yang selama ini saya lakukan? Apa yang sudah saya lakukan sampai detik ini?
Saya masih bertahan menghadapi kalian.
Saya bertahan bukan karna semata-mata saya masih peduli dengan kalian. Saya bertahan karna saya tahu apa tanggung jawab saya. Saya hanya perlu bertahan sampai waktu tanggung jawab saya selesai.
Tapi apakah saya harus menunda air mata saya selama itu? Atau saya harus mengusap air mata saya sendirian sampai masa tanggung jawab saya habis?
Saya ingin sekali mengibarkan bendera putih. Ya, saya ingin menyelesaikan ini sekarang juga. Jika saya harus melepas tanggung jawab saya secara tidak terhormat membuat kalian paham keadaan kita sekarang, akan saya lakukan!
Hei, penguasa! Ini batin saya! Lelah! Sangat lelah setelah berhari-hari, berminggu-minggu, dan berbulan-bulan saya selalu mengkhawatirkan reputasi kami, reputasi kalian, DAN ITU REPUTASI ANDA SENDIRI, saya pedulikan ketika kalian pura-pura buta dengan keadaan sebenarnya! Apa memang saya yang bodoh kah selama ini mempedulikan kaum yang selalu berkata; "Semua baik-baik saja tenang" namun diluar sana bertebaran bisik-bisik tentang kalian, ITU TENTANG KALIAN!
Oh, Tuhan! Mengapa dengan mereka semua? Ketika saya menangis karna mereka saja mereka tidak mengerti bahwa saya seperti ini karna perlakuan mereka, lebih tepatnya; ini gara-gara kalian!
Apa setiap hari saya harus batin hati karna mereka? Saya merelakan waktu saya sia-sia untuk kalian. Sekali lagi, buka demi kalian, ini hanya demi tanggung jawab saya.
Memang dari awal saya tahu ini semua akan berantakan. Itu karna kalian tak mau mendengar apa yang saya katakan.
Dari awal memang suara saya hanya desiran angin. Tak perlu kalian dengar. Ya, sama sekali tak pernah kalian dengar.
Tapi nyata nya? Semua berantakan! Hancur!
Cukup! Saya lelah jika saya harus memikirkan kalian terus-menerus. Saya tidak ingin lagi menyampaikan apa yang baik. Setidaknya itu dapat memperbaiki keadaan, tidak akan saya sampaikan. Untuk apa? Toh, kalian sendiri sudah mengganggap saat ini juga tidak ada masalah.
Lihat lah nanti.
Jika waktunya tiba.
Tanggung jawab saya sudah terlaksana sampai selesai.
Itulah waktu bagi saya untuk menutup diri.
Memperbaiki luka-luka saya. Memendam dendam-dendam saya.
Tapi, jika sampai saat ini juga kalian keterlaluan.
Batin saya benar-benar tidak mampu lagi bertahan.
Jika saya harus melepas tanpa kehormatan.
Saya sanggup!
Jika memang itu yang terbaik bagi saya, hanya bagi saya dan saya tidak peduli apakah baik atau tidak bagi kalian.
Terimakasih.
Ini hanya beberapa goresan luka saya.
Goresan hitam saya yang tidak tersampaikan karna kalian dibutakan sehingga tidak melihat keadaan sebenarnya.
Karna kalian ditulikan sehingga tidak mendengar tentang reputasi kalian lagi.
Atau itu hanya kalian berpura-pura menjadi buta dan tuli. "

Tidak ada komentar:
Posting Komentar